Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

Makanan Penguat Gigi dan Tulang


            Kita harus telaten dalam memerhatikan makanan anak yang dapat memperkuat gigi dan tulangnya. Hal ini perlu karena tulang dan gigi merupakan organ tubuh yang sangat penting, sama seperti organ-organ tubuh lainnya.
            Kekuatan tulang dan gigi tergantung dari pondasinya. Yaitu kalsium dan vitamin D. Perlu pula diketahui makanan apa saja yang dapat memperkuat gigi dan tulang anak. Di bawah ini ada beberapa jenis makanan yang bisa dicoba di rumah di tambahkan pada menu si kecil. 
a.       Bayam
Jenis sayuran ini seperti yang sudah kita ketahui banyak mengandung zat besi yang bagus buat kekuatan tulang. Selain itu ia juga kaya serat dan vitamin A. Apabila anak Anda makan 1 cangkir bayam yang dimasak, maka 25% kebutuhan kalsium harian terpenuhi. 
b.      Sawi Hijau
Silahkan selipkan sayuran ini dalam menu makan si kecil karena ia juga mengandung banyak kalsium yang hampir sama dengan bayam. 
c.       Ikan Tuna
Ikan tuna dan lemak ikan lainnya merupakan sumber vitamin D yang bagus untuk penyerapan kalsium pada tulang. 
d.      Sereal
Tahukah anda kalau sereal ini mengandung 25% vitamin D? Ini sangat bagus bagi yang tidak mau terlalu repot memasak ikan salmon, dll. 
e.       Telur
Telur juga mengandung vitamin D. Makan telur kuning dan putihnya akan memenuhi 6% dari kebutuhan kalsium harian anda. Nah, berikanlah pada si kecil kuning dan putih telurnya. Jumlah kalori dalam telur yang paling banyak adalah pada kuning telurnya. 
f.       Ikan Sarden
Ternyata ikan sarden juga mempunyai manfaat yang tidak kalah banyak untuk memenuhi kalsium dan vitamin. 
g.      Susu
Susu ini sudah sangat familiar karena banyak orang yang sudah mengetahui fungsi utamanya yaitu untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda dan buah hati. Apabila ingin mendapatkan yang kaya vitamin D sehingga kebutuhan kalsium dan vitamin D, terpenuhi.

Jumat, 31 Agustus 2012

Tips Presentasi


Apakah anda termasuk orang yang takut untuk melakukan presentasi? Atau, anda ingin menambah keahlian untuk melakukan presentasi? Saatnya anda menyimak sekaligus mempraktikkan tips ini.
            Sebelum anda harus tahu bahwa keahlian untuk melakukan presentasi, bisa merupakan merupakan bakat, tetapi kemampuan berpresentasi yang efektif memerlukan pengetahuan dan latihan. Beberapa hal yang membutuhkan latihan. Pertama, melatih diri untuk tidak tergantung pada teks. Diingatkan, “teks dapat membunuh bakat”. Bahkan lebih dari itu, teks dapat menciptakan jarak. Bila harus menggunakan teks, harusnya diubah dalam bentuk pointers untuk membantu!
            Kedua, melatih diri mengukur sunggu-sungguh “dalamnya sungai”. Artinya, pelajari audiensi. Jangan asal Presentasi. Ketiga, berlatih untuk tidak membicarakan dua hal, yaitu, yang sudah diketahui audiensi dan yang tidak ingin audiensi dengar. Layaknya, selalu sajikan hal yang orisinal. Keempat, berlatih untuk tidak membiarkan audiensi jenuh. Di sini, anda dapat menyelingi presentasi anda dengan humor namun jangan berlebihan. Diingatkan, tugas anda adalah mempresentasikan. Bukan melawak!
            Kelima, berlatih atau membiasakan diri untuk selalu memeriksa ruangan dan fasilitas presentasi sebelum memulai presentasi. Keenam, berlatih untuk membiasakan diri untuk berinteraktif melalui tanya jawab. Diingatkan, jangan asyik sendiri!
            Ketujuh, berlatih untuk selalu beri contoh dan ilustrasi yang spesifik. Sesekali anda dapat memberikan cerita menarik terkait dengan masalah atau materi yang dipresentasikan. Kedelapan, berlatih untuk tidak merendah diri dengan mengatakan “maaf saya sebenarnya tidak siap” dan maaf yang lain. Kesembilan, latihan untuk selalu memperhatikan penampilan, khususnya dalam menguatkan bahasa tubuh anda. Kesepuluh, melatih diri untuk mengatur “tekanan” suara anda untuk membedakan antara hal-hal penting dan kurang penting. Sekaligus dapat menghilangkan kesan presentasi seperti “ngobrol biasa”.
            Setelah tips dipahami dan siap dilaksanakan. Hal yang penting diperhatikan dan dipahami secara detail adalah penguasaan terhadap materi atau produk yang dipresentasikan. Pengetahuan tentang produk amat penting untuk dijadikan sebagai bekal dalam menangkal berbagai isu dan pertanyaan tentang suatu produk yang dipresentasikan. Ingat, presentasi bukan dongeng untuk menidurkan. Untuk  itu, anda harus berlatih waspada terhadap berbagai “serangan” audiensi. Dan, bentuk kewaspadaan terbaik adalah melakukan persiapan sebelum tampil melakukan presentasi. Berani tampil tanpa persiapan? Bersiaplah turun tanpa “penghormatan”.