Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Mental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Mental. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2013

APA YANG DIMAKSUD DENGAN IDENTIFIKASI

   Identifikasi adalah kebalikan dari proyeksi. Sebelum kita mengetahui apa itu indentifikasi sebaiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa itu proyeksi. Yang dimaksud dengan proyeksi adalah menimpakan sesuatu yang terasa dalam dirinya kepada orang lain, terutama tindakan, fikiran atau dorongan-dorongan yang tidak masuk akal sehingga dapat diterima dan kelihatannya masuk akal. Misalnya seorang yang menghadapi kegagalan dalam sekolah, kantor, usaha dan sebagainya, tidak mengetahui kelemahan dan kesalahannya dan mencari pada orang lain, atau sesuatu di luar dirinya untuk dipersalahkan supaya dapat ia menghindari rasa gelisah dan rasa rendah diri. Jadi identifikasi adalah kebalikan dari proyeksi, dimana orang turut merasakan sebagian dari tindakan atau sukses yang dicapai oleh orang lain. Apabila ia melihat orang berhasil dalam usahanya ia gembira seolah-olah ia yang sukses. Dan apabila ia melihat orang kecewa ia juga ikut merasa sedih.
    Dengan identifikasi, orang mencapai kepuasan dengan apa yang dicapai oleh orang lain, walaupun ia sendiri tidak mampu mencapainya. Misalnya kita merasa bangga dan puas apabila pemain-pemain yang kita sukai menang dalam pertandingan.
    Identifikasi hampir sama dengan meniru, hanya pada meniru orang mengambil sifat-sifat orang lain menjadi contoh yang akan diikuti. Akan tetapi pada identifikasi tidak hanya terbatas kepada meniru, tetapi seolah-olah ia sendiri yang ditiru, sehingga ia merasa gembira atas suksesyang dicapai oleh orang yang ditiru itu dan merasa sedih atas kesusahan yang menimpanya. Karenanya identifikasi itu hanya terhadap orang yang dicintai.
    Karena adanya identifikasi inilah maka orang dapat merasa tertarik dan senang melihat film, membaca buku dan sebagainya. Orang mengidentifikasi dirinya terhadap pahlawan-pahlawan yang terdapat dalam cerita itu, terutama yang dekat dengan jiwanya. Identifikasi dan meniru sangat penting dalam perkembangan kepribadian anak-anak. Biasanya anak-anak belajar melakukan fungsinya dalam hidup dengan jalan meniru dan identifikasi ; anak laki-laki terhadap bapaknya dan anak perempuan terhadap ibunya.

MENGENAL MUTISM (HILANG KESANGGUPAN BICARA)

     Mutism itu ada dua macam, pertama tak sanggup berbicara dengan suara keras dan kedua tak dapat berbicara sama sekali.
    Hilangnya kemampuan untuk berbicara itu, bukan disebabkan oleh kerusakan pada alat-alat percakapan seperti lidah, kerongkongan, pernapasan dan sebagainya. Alat-alat itu masih dapat melakukan fungsinya, tetapi orang tidak bisa berbicara. Biasanya gajala ini terjadi akibat tekanan perasaan, kecemasan, putus asa, merasa hina, gagal dan sebagainya.

Contoh :
    Seorang laki-laki berumur 42 tahun, badannya tegap, tiba-tiba hilang kemampuannya untuk berbicara. Ia berusaha keras mengeluarkan kata-kata, tetapi tidak berhasil. Hilangnya kemampuan berbicara itu berlangsung sampai brerbulan-bulan. Dalam pemeriksaan dokter, terbukti tidak ada kerusakan apa-apa pada alat percakapannya.
    Dari penyelidikan terhadap latar belakang kehidupannya terbukti bahwa gejala itu mulai tampak ketika dilaksanakan landreform terhadap tanahnya. Rupanya ia tidak dapat menerima tindakan pemerintah mengambil tanahnya untuk dibagikan kepada orang lain. Tetapi penolakannya itu tidak dapat diucapkannya, karena takut akan dianggap menentang hukum. Timbullah pertentangan batin dalam dirinya antara ingin membela haknya, dengan takut akan hukuman yang mungkin diterimanya akibat pembelaan itu. Demikian besarnya pertentangan batin itu, sehingga lidahnya menjadi lumpuh, tidak bisa berbicara, sebagai penyelesaian dari ketegangan batin dan tekanan perasaan itu.